Selasa, 09 Agustus 2011

MASALAH PENDIDIKAN NEGARA MAJU DAN BERKEMBANG

BAB I
PENDAHULUAN

Suatu negara memiliki kondisi sosial ekonomi yang berbeda-beda. Ada yang masih bergantung pada negara lain, ada yang sebatas mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, dan ada yang telah mampu memberi bantuan kepada negara lain. Perbedaan kondisi tersebut menyebabkan terjadinya pengelompokan-pengelompokan negara berdasarkan kondisi sosial ekonominya. Ada yang disebut dengan negara maju dan ada yang disebut dengan negara berkembang. Mayoritas negara maju perekonomiannya bertumpu pada sektor industri, jasa dan perdagangan. Sedangkan negara berkembang pada umumnya bercorak agraris. Kondisi sosial ekonomi ini dipengaruhi oleh mutu sumber daya manusia (SDM) dari masing-masing negara.
Dalam berbagai sumber disebutkan bahwa peringkat SDM bangsa Indonesia menempati urutan ke 88 di dunia. Dari hal itu bisa dilihat bahwa Indonesia masih termasuk dalam kategori negara berkembang. Indonesia masih harus bekerja keras untuk membenahi SDMnya. Salah satunya adalah dengan membenahi sistem pendidikan yang merupakan ujung tombak dalam peningkatan sumber daya manusia.
Salah satu hal yang ditempuh adalah dengan melihat dan membandingkan sistem pendidikan di negara-negara maju dengan sistem pendidikan di Indonesia kemudian belajar darinya sehingga nantinya bisa diterapkan dalam sistem pendidikan di Indonesia.
Berangkat dari hal itu, maka dalam makalah ini akan dibahas mengenai problem-problem pendidikan di negara maju dan berkembang untuk dijadikan pelajaran dan dicarikan solusi atasnya agar nantinya dapat dijadikan bahan perbandingan untuk membenahi sistem pendidikan di seluruh dunia khususnya di Indonesia.

BAB II
PEMBAHASAN


A. Kebijakan dan Problem Pendidikan di Negara-Negara Maju
Suatu negara digolongkan sebagai negara maju jika negara tersebut telah mampu menyeimbangkan pencapaian pembangunan yang telah dilakukan, sehingga sebagian besar tujuan pembangunan telah dapat terwujud, baik yang bersifat fisik ataupun nonfisik.
Ciri-ciri dari negara maju diantaranya adalah:
1. Sumber daya alam dimanfaatkan secara optimal.
2. Dapat mengatasi masalah kependudukan.
3. Produktivitas masyarakat didominasi barang-barang hasil produksi dan jasa.
4. Tingkat dan kualitas hidup masyarakat tinggi.
5. Ekspor yang dilakukan adalah ekspor hasil industri dan jasa.
6. Tercukupinya penyediaan fasilitasilitas umum.
7. Kesadaran hukum, kesetaraan gender, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia dijunjung tinggi.
8. Tingkat pendidikan relatif tinggi.
9. Tingkat pendapatan penduduk relatif tinggi.
10. Tingkat kesehatan sudah baik.
Dari kesepuluh ciri-ciri tersebut dalam pembahasan makalah ini akan lebih dikhususkan pada ciri-ciri yang ke delapan, yakni tingkat pendidikan negara maju relatif tinggi.
Tingkat pendidikan merupakan salah satu indikator penting yang menunjukkan kualitas penduduk suatu negara. Di negara-negara
maju secara umum penduduknya sudah memiliki kesadaran tinggi akan arti penting pendidikan dan penguasaan Iptek. Hal tersebut terlihat dari angka partisipasi belajar penduduk negara-negara maju yang sangat tinggi. Tingginya tingkat pendidikan penduduk di negara maju juga ditunjang oleh sistem pendidikan yang baik dan anggaran pendidikan yang tinggi dari pemerintah.
Tingkat pendidikan masyarakat di negara maju sudah sangat tinggi. Hampir seluruh penduduk bisa membaca dan menulis (melek huruf). Pemerintah mampu memberikan jaminan pendidikan dasar gratis kepada seluruh lapisan masyarakat. Fasilitas pendidikan di negara maju juga tersedia lengkap. Sistem pendidikan yang digunakan lebih menekankan pada kecakapan hidup dan kemandirian peserta didik untuk mengembangkan potensinya.
Ilmu pengetahuan dan teknologi di negara maju sudah berkembang dengan pesat. Negara maju memiliki ilmuwan dalam berbagai disiplin ilmu. Para ilmuwan ini diberi fasilitas, seperti laboratorium lengkap dan standar gaji tinggi sehingga bisa melakukan inovasi. Hasil-hasil inovasi sangat bermanfaat di berbagai bidang, seperti produksi, militer, ruang angkasa, kedokteran, maupun pengembangan ilmu pengetahuan.
Berikut ini adalah sistem pendidikan dari beberapa negara maju di Dunia:
1. Pendidikan Amerika Serikat
Karakteristik utama sistem pendidikan Amerika Serikat adalah berkarakter desentralisasi. Pemerintah federal, negara bagian, dan pemerintah daerah memiliki aturan dan tanggung jawab administrai masing-masing yang sangat jelas. Amerika Serikat tidak mempunyai sistem pendidikan yang terpusat atau yang bersifat nasional. Namun bukan berarti pemerintah federal tidak memberikan arah dan pengaruhnya terhadap masalah pendidikan. Badan Legislatif, Judikatif dan Eksekutif fedaral sangat aktif dalam proses pembuatan keputusan mengenai pendidikan.
Pengangkatan guru adalah wewenang pemerintah negara bagian. Masing- masing negara bagian mempunyai ketentuan sendiri mengenai persyaratan untuk memperoleh sertifikat mengajar. Ada negara bagian yang meminta persyaratan mengajar, seperti menguasai tentang penyuluhan narkoba, menguasai bidang komputer dan sebagainya. Ada pula negara bagian yang memberikan sertifikat mengajar untuk lulusan sarjana (S.1), tahap sertifikat ke dua untuk lulusan Magister (S.2). Kemudian memberikan ujian tertulis dan praktek mengajar sebagai syarat pengangatan guru. Negara bagian juga mengeluarkan sertifikat untuk staf administrasi sekolah- keala sekolah dan kakanwilpendidik.
Tentang kurikulum dan metodologi pengajaran di Amerika Serikat, pemikir pendidik selalu mengembangkan inovasi baru. Maka muncullah kurikulum terintegrasi (integrated curriculum), metode mengajar yag berpusat pada siswa (student centered teaching method), pengajaran atas dasar kemampuan dan minat individu (individualized instruction), dan sekolah alternatif.
2. Pendidikan Jepang
Jepang mempunyai penduduk yang homogen, yang terdiri dari 99.4 % orang Jepang. Bahasa Jepang dipakai sebagai bahasa resmi dan dipakai mulai dari prasekolah sampai ke perguruan tinggi. Sebagian besar anak-anak di Jepang memasuki taman kanak-kanak. Kemudian pada usia enam tahun mereka mulai masuk sekolah dsar yang wajib bagi semua orang, berlangsung selama enam tahun. Sekolah tingkat pertama adalah termasuk pendidikan wajib.
Guru guru di Jepang, sekolah dasar dan sekolah menengah, memperoleh pelatihan dan juga pendidikan di universitas, program pasca sarjana dan junior college. Sekolah sekolah sangat memperhatikan kegiatan ekstra kurikuler seperti organisasi murid (osis), event olah raga, study tour, dan sebagainya. Pada sekolah menengah ada mata pelajaran wajib dan mata pelajaran elektif.
3. Pendidikan Finlandia
Meski tidak terlalu populer, negara ini ternyata menempati peringkat pertama di dunia dalam hal kualitas pendidikannya. Negara ini beribukota di Helsinki (tempat ditandatanganinya perjanjian damai antara RI dengan GAM). Peringkat satu dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA (Programme for International Student Assesment) mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika.
Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke Fakultas Hukum bahkan Fakultas Kedokteran.
Menurut para pakar pendidikan di Finlandia, ujian dan testing hanya akan menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian. Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan. Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif.
Tidak ada perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk di sekolah-sekolah di Finlandia. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki.
Dari pemaparan di atas maka dapat disimpulkan bahwa, pada negara-negara maju, pendidikan dijadikan prioritas utama. Mereka sadar betul bahwa pendidikan merupakan modal terpenting untuk menjadikan suatu negara menjadi maju dan berperadaban. Maka, ketika ada suatu negara maju hancur akibat perang ataupun bencana alam, hal pertama yang dibenahi bukanlah dari segi ekonomi maupun politik, melainkan segi pendidikannya terlebih dahulu sehingga negara atau bangsa tersebut bisa cepat bangkit dari keterpurukan dan kembali menjadi negara yang maju dan berperadaban tinggi.

B. Kebijakan dan Problem Pendidikan di Negara-Negara Berkembang
Suatu negara digolongkan sebagai negara berkembang jika negara tersebut belum dapat mencapai tujuan pembangunan yang telah ditetapkan atau belum dapat menyeimbangkan pencapaian pembangunan yang telah dilakukan.
Beberapa ciri khas Negara-negara yang sedang berkembang adalah:
1. Secara politis, pada umumnya baru mengalami kemerdekaan atau lepas dari penjajahan barat
2. Secara ekonomis, pada umumnya miskin dan msih sangat bergantung pada alamnya.
3. Secara demografis, pada umunya padat penduduk dengan tingkat pertambahan penduduk karena kelahiran yang tinggi.
4. Secara budaya,kokoh berpegang pada warisan budaya tradisiolan secara terus menerus.
Kebijaksanaan pendidikan di negara-negara berkembang umumnya berasal dari warisan kebijaksanaan pendidikan kaum kolonial. Dikatkan demikian karena negara-negara berkembang pada saat baru pertama kali merdeka belum sempat membangun kebijaksanaan pendidikannya sendiri berdasarkan kebutuhan realistik rakyatnya. Kemerdekaan yang telah dicapai di bidang politik tidak dengan sendirinya diikuti oleh kemerdekaan di bidang lainnya, lebih-lebih di bidang pendidikan.
Di antara ciri-ciri kebijakan pendidikan yang merupakan warisan kaum kolonial adalah:
1. Sifatnya yang elitis atau lebih banyak memberikan kesempatan kepada sekecil masyarakat dan tidak lebih banyak memberikan kesempatan kepada sebagian besar masyarakat.
2. Berorientasi sosio-ekonomik. Orientasi sosio-ekonomik demikian, berkaitan erat dengan jaringan ekonomi internasional di mana negara-negara maju berposisi sebagai sentralya sementara negara-negara berkembang sekadar sebagai periferalnya.
3. Liberal, rasional, individual, archievment oriented dan social alienated. Ciri-ciri pendidikan demikian, umumnya berbeda dan bahkan berlawanan dengan ciri-ciri masyarakat dan nilai-nilai yang berkembang di negara-negara berkembang. Pendidikannya liberal, padahal masyarakatnya menjunjung tinggi nilai-nilai kolektivisme. Pendidikannya menanamkan rasionalitas, padahal masyarakat di negara-negara berkembang terdapat banyak budaya-budaya yang tidak saja mengembangkan rasionalitas melainkan juga segi-segi emosional dan bathiniah; pendidikannya individual, padahal masyarakatnya menjunjung tinggi kesetiakawanan sosial dan gotong royong; pendidikannya archievment oriented secara sempit sekedar prestasi akademik di kelas; pendidikannya sosial alienated padahal masyarakatnya menginginkan sosialisasi siswa dengan lingkungannya.
4. Tidak berakar pada tradisi dan budaya setempat. Hal demikian sangat memperhatikan, oleh karena pendidikan pada dasarnya adalah pewarisan budaya dan generasi sebelumnya kepada generasi sesudahnya atau penerusnya.
5. Berorientasi pada masyarakat kota, hal ini juga sangat memprihatinkan mengingat sebagian besar wilayah negara-negara berkembang justru terdiri dari pedesaan. Orientasi ke kota demikian lambat atau cepat, langsung maupuin tidak langsung bisa menjadikan penyebab lulusan-lulusan pendidikan lebih tertarik dengan kehidupan kota ketimbang bangga membangun desanya.
Ketimpangan-ketimpangan inilah yang menjadi problema pendidikan di negara-negara berkembang di mana problem-problem tersebut lebih banyak disebabkan oleh ketidaksiapan suatu negara dalam menjalankan sistem pemerintahan khususnya dalam sektor pendidikan dan kurangnya kesadaran akan pentingnya sebuah pendidikan dalam memajukan sebuah peradaban. Di antara negara-negara berkembang yang masih mengalami polemik atau masalah pendidikan seperti yang tersebut di atas adalah Indonesia, beberapa negara di wilayah Asia Tenggara seperti Vietnam dan Kamboja serta beberapa negara di kawasan Afrika.
Pendidikan guru adalah salah satu pusat syaraf dari pendidkan. Di Asia, Afrika dan Amerika Latin, terdapat kekurangan guru yang parah menurut ukuran baratdan kelas-kelas besar membutuhkan teknik mengajar yang berbeda. Namun kebanyakan dari para guru itu sendiri mendapat sekali pendidikan dan boleh dikatakan hampir tidak memperoleh latihan. Jadi tugas pertama adalah yang menaikan tingkat pendidikan guru-guru yang ada dan berusaha memberi mereka latihan kerja. Ditingkatkan statusnya, untuk meningkatkan status guru, mereka harus menaikan gajinya, namun kenyataannya mereka terlalu miskin untuk itu.
Pendidkan guru, merupakan tugas utama bagi negar-negara yang sedang berkembang guna mengembangkan sistem pendidikan yang pada umunya mereka terima dari warisan pejajah mereka. Tanpa pendidikan guru, maka struktur pendidkan secara barat mungkin hancur. Namun untuk memperoleh latihan-latihan mengajar atas dasar yang kuat, diperlukan suatu reorganisasi yang radikal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar